Langsung ke konten utama

Kata Sajak ~ TIRAI SKETSA

Riuhan angin menerjang alam. 
Ditengah-tengah pelosok perkarangan yang cukup menyejukkan pandangan. 
Karena hanya derap kaki itu melangkah. 
Menghentakkan keduanya berpijak diantara setapak.

Bluss,

Semilir itu menerpa gumpalan tanah. 
Hingga mereka kembali melayang-layang bebas mengenai kertas putih. 
Secarik bersama satu kuas dibalik kanvas.

Seolah-olah berbagai tumpahan warna menghujani sketsa diatas kanvas. 
Diantara sorotan yang tetap memfokuskan objek ke arah pandangannya. 
Kau tahu, siapa gerangan sasaran kuas itu?

Saat-saat kuas itu bernada indah. 
Seakan-akan menari-nari bebas menerpah lembaran yang kini penuh dengan beberapa warna. Teecampur hingga membentuk sebuah lukisan.

Sketsa yang bukan hanya untuk alam saja yang meneriakkan akar jiwanya. 
Hatinya pun samar-samar terbelenggu dalam secarik tirai kata. 

Suatu kalimat yang melukiskan sebuah sketsa. 
Sasaran yang tepat menyelimuti sebagai pelengkap lukisan sketsa. 
Kau tau siapa?

Diantara bola-bola kedua manik kecokelatan yang membunyikan hentakannya ditapakan dekat pagar. 
Saat bola-bola manik itu melemparkan pandangan ke arah sketsa yang penuh dengan coretan kuas.

Sketsa itu ialah kamu..


From My WP ~ https://www.wattpad.com/user-twisprakle/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen- DI AKHIR SENJA BIRU

Senandung biru bertebaran menggelayuti awan putih nan salju. Semilir angin begitu menghembuskan udara segar dibalik kicauan burung dipagi hari. Pancaran cahaya terlihat jelas saat bergelantung menembus arah jendela kaca, disebuah kamar seorang gadis remaja. Derap langkah perlahan gadis itu mendekat ke sudut kaca, sembari ia meraih sebuah kamera dilentikan jemari yang telah tergenggam. Nampak jelas beberapa potretan dibalik kamera, terpajang rapi ketika gadis itu tersenyum menatap foto-foto dirinya. ‘ Krakk.. ’ Suara pintu terbuka ketika seorang gadis setengah baya tiba memasuki kamar. “Kak Nadya, ada yang cari kakak..” Ucap gadis manis berkaca mata dihadapan Nadya, dia Seilla adik dari Nadya. “Siapa ?” Tanya Nadya seolah pasang kening kerut. Sesaat ia terhenti dengan kameranya. “Kak Romy,” Kata seilla dalam menyingkat perkataan itu, ia melangkah .. Sembari Nadya begitu terdiam sesaat mendengar nama itu kembali, ‘ Kenapa harus saat ini? Kenapa harus sekarang d...