Langsung ke konten utama

PUISI- Apa Yang Kau Maksud Dengan Hidup? (Diterbitkan oleh WA Publisher dalam Antologi Puisi Makna Kehidupan)


Apa yang kau maksud dengan hidup?
Ketika kicauan burung menggema.
Memekakkan kedua pendengaranmu di pagi buta.
Hingga kau mulai terbangun.
Lalu menyenangkan dunia berada di sisimu.
Apa itu yang kau maksud dengan hidup?
Hanya berteman sajak rayuan.
Yang kau lantunkan ke muka bumi.
Hingga kau tak tahu,
Aturan sang khalik bersemayam di dirimu.
Kau malah menghempaskannya,

Apa yang kau maksud dengan hidup?
Seujung kuku tiada arti,
Untuk semua makhluk yang tercipta.
Muka dunia hanya ada,
Diantara tetesan air di ujung ibu jari.
Apa itu yang kau maksud dengan hidup?
Kemanakah larinya langkahanmu ketika semua sirna?
Apa kau hanya berdiam diri?
Meratapi kesibukan pada gemerlapan dunia?

Lantas, apa yang kau maksud dengan hidup?
Selembar makna yang menjalar dalam hati.
Menerapkan segala aturan,
Milik sang khalik untuk bertopang disini.
Apa itu yang kau maksud dengan kehidupan bermakna?
Lebih baik, kau pikirkan saja!
Kehidupan yang lebih bermakna untukmu.


                                                                                                               Oleh: Ayu Siska
                                                                                                               Situbondo, 14 Januari-2017


Catatan:
Ini puisi salah satu karyaku yang telah terbit bersama beberapa penulis lainnya dalam Antologi Puisi "Makna Kehidupan" oleh penerbit WA Publisher. Tulisan puisi ini masih mentah dan belum diedit oleh editor. Silahkan dibaca, semoga bermanfaat :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen- DI AKHIR SENJA BIRU

Senandung biru bertebaran menggelayuti awan putih nan salju. Semilir angin begitu menghembuskan udara segar dibalik kicauan burung dipagi hari. Pancaran cahaya terlihat jelas saat bergelantung menembus arah jendela kaca, disebuah kamar seorang gadis remaja. Derap langkah perlahan gadis itu mendekat ke sudut kaca, sembari ia meraih sebuah kamera dilentikan jemari yang telah tergenggam. Nampak jelas beberapa potretan dibalik kamera, terpajang rapi ketika gadis itu tersenyum menatap foto-foto dirinya. ‘ Krakk.. ’ Suara pintu terbuka ketika seorang gadis setengah baya tiba memasuki kamar. “Kak Nadya, ada yang cari kakak..” Ucap gadis manis berkaca mata dihadapan Nadya, dia Seilla adik dari Nadya. “Siapa ?” Tanya Nadya seolah pasang kening kerut. Sesaat ia terhenti dengan kameranya. “Kak Romy,” Kata seilla dalam menyingkat perkataan itu, ia melangkah .. Sembari Nadya begitu terdiam sesaat mendengar nama itu kembali, ‘ Kenapa harus saat ini? Kenapa harus sekarang d...